Pagi ini kuhirup kembali aroma alam yang menyejuk kan hati yang lebih sepi, keramain yang ada seolah-olah menyepikan ku dalam kelam, kamar yang benderang di sinari lampu yang bercahaya seolah gelap tanpa ada nada dan notasi yang ada, semua kujalani dengan kesendirian dan sepi.
bagiku teman adalah segalanya toh kenapa mereka memandangku sebelah mata, apa yang kurang dari di mata mereka semua telah ku berikan hingga ku menahan apa yang ku inginkan demi kebersamaan, waktu yang singkat dan sangat berguna ku gunakan secara sia-sia demi kebersamaa bersama mereka, tetapi mereka tidak pernah menoleh dan tak pernah mengerti bahkan tidak pernah menghargai apa yang telah ku berikan kepada mereka.
kini ingin meraung ditengah lautan dan ingin menangis di dalam derasnya hujan supaya mereka tidak ada seorang pun yang tidak tahu jikalau aku sedang menjerit dan menangisi apa yang telah terjadi. secangkir kopi, kini telah menjadi teman sejati yang selalu menemaniku kapan dan dimana saja.
tertawa bersendah gurau rasanya ingin sekali tapi, kepada siapa dan dengan siapa yang bisa kulaui semua ini, teman yang kubanggakan, yang selalu kukagumi kini menjauh gara-gara terhitung dengan materi, rasanya ingin ku berlari menjauh dari situasi ini, tapi tak tahu aku haru berlari kemana, kelam, gelap gulita yang selau ku jalani dalam kehidupan ini,
teguahan air kopi yang pertama membuat ku menjadi tenang..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar