Sabtu, 12 Januari 2013

Kaleng Busuk


Kadang kita merasa dunia memang kejam, kekejaman yang tampa pilihan.. begitulah kata-kata yang keluar dari dua bibir pak Januardi ini, lelaki 50 tahun ini, yang memiliki 6 orang anak, dengan berkihidupan di bawah garis kemiskinan..berbekal dengan becak rongsokan untuk mengumpul kaleng yang ada dalam tong yang berbau busuk hingga menyusuk paru-paru, namun dia tidak pernah mengeluh dengan apa yang telah terjadi hari ini, keyakinan yang tak pernah terkalahkan walau terik yang menghujam kulit dan dan hujan yang menggerpa tubuh yang bungkuk semua itu dia jalani dengan pasra dan tanpa henti berusaha.
Hari-hari dia lalui dengan penuh semangat, berjalan diatas dunia yang penuh dengan jeruji yang tajam seolah menyusuk telapak kaki hingga terasa sakit hingga ke ubun-ubun, namun dia tidak pernah berehenti untuk berjalan menyusuri panasnya terik matahari dan kelamnya malam, semua itu dia lakukan untuk menafkahkan 6 orang anaknya di tambah lagi salah satu dari mereka yang sedang menjalani perkuliahan di salah satu Universitas Suwasta DI Aceh.
Hari ini adalah hari yang tak pernah dalam sejarah kehudupan orang tua ini.. hari yang membuatnya menangis tanpa jeritan seolah hujan kini datang dan badai kini menggupalkan awan yang cerah kabut kelabu dalam jiwanya setelah mendengar anaknya telah di bawak kerumah sakit karena terkenak gejalah asam lambung di akibatkan jarang makan, mendengar berita itu terasa dunia semakin gelap dan terhujam musibah yang tak pernah hinti-hentinya mengguyur keluarga ini,,, ya Allah hingga kapankah Engkau Mencobaku dengan Berbagai cobaan,, Apakah ini cobaan yang harus ku tanggung Ya ALlah..."
Jeritan yang tak pernah henti-hentinya terdengar dari relung hatinya..yang paling dalam, walau tak seorang pun yang tahun apa yang telah di rasakannya, senyum dan raut wajah yang selalu terlihat cerah setiam menemani raut wajah yang keriput ini,semakin besar cobaan yang menimpahnya semakin kuat pula dia berdiri dan tak pernah mengeluh walau kadang ia menangis dalam dalam hujan,,, sehingga tak seorang pun yang tahu kalau dia telah menangis.
Keluarga ini seperti surga yang belum tergapai,,,
maaff kepala da BLAKkkk

Tidak ada komentar:

Posting Komentar