Sabtu, 04 Mei 2013
Untuk kamu yang kucinta...
Jujur ya, aku emang bego. Di zaman secanggih ini. Ketika orang bisa kirim email, aku malahan kirim surat buat kamu. Di saat cinta bisa diungkapkan lewat telepon, bisa disampaikan dengan sms, aku malahan memilih selembar kertas berukirkan tinta hitam ini untuk mengungkapan isi hatiku padamu.
Memang aku bukan pujangga yang pandai merangkai kata2 indah sehingga kamu bisa tersipu malu, ato mungkin senyum2 sendiri karena merasa tersanjung dengan pujian2 yang kuberikan padamu. Dan aku juga ngga' pernah baca karya2 Kahlil Gibran sehingga bisa membuatkanmu puisi-puisi indah untuk mengagungkan dirimu. Pernah sih aku membaca skrip Romeo dan Juliet di Gramedia, tapi bacanya sambil berdiri karena ngga' punya uang untuk membeli buku itu. Ceritanya bagus, penuh drama dan intrik, dan kata2nya sungguh menghanyutkan. Kamu udah baca belom? Oya maaf, kok jadi ngebahas Romeo dan Juliet.
Sungguh, sebenarnya aku merasa tidak layak mencintaimu. Kita sungguh berbeda. Aku tidaklah setampan pangeran berkuda putih yang ada di impian para gadis sepertimu. Aku juga bukanlah anak gaul yang penuh dengan kreatifitas dalam menjalani hidup. Akan tetapi, aku tidak bisa menolak perasaan ini. Aku juga ngga' ngerti kenapa aku bisa jatuh cinta sama kamu. Tapi bukankah tidak perlu alasan untuk mencintai? Sebagaimana kamu tidak perlu alasan untuk menyukai warna pink?
Ya, aku tahu warna kesukaanmu. Aku juga tahu makanan favoritmu, dan aku pun tahu hal-hal yang tidak kamu sukai. Aku sudah baca semua wall facebookmu, info tentangmu, dan aku terus memperhatikan primary photomu karena berharap akan memimpikanmu setiap malam, bahkan aku sudah add teman2 dekatmu agar lebih mengetahui siapa dirimu. Setiap kali aku buka fesbuk, aku abaikan komen di statusku, aku biarkan ultah teman2ku, karena yang kutunggu hanyalah lampu hijau di chat windowmu. Aku terus berharap dan berharap.
Memang, kalo kamu mencari pria gudluking yang bisa kamu banggakan ketika reuni di sekolahmu, tentu aku bukan orangnya. Kalo kamu mendambakan lelaki kaya yang bisa mengajakmu keliling dunia, aku juga bukanlah orang itu. Mungkin sekarang aku belum bisa mengajakmu shopping di distro-distro mahal seperti yang biasa kamu lakukan. Dan aku juga ngga' bisa mengantarmu dengan mobil mewah seperti yang dilakukan mantanmu. Tapi apabila kamu meminta kesetiaan dariku, aku akan berusaha untuk menjaganya.
Ya, beginilah aku apa adanya, dan bukan ada apa-apanya dalam mencintaimu. I don't care what do you think of me? And i ignore the thought of 'what i am to you?' Because, right now, i just want you to know that i love you so....
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar